BAKABA -Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan sabo dam Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan perlindungan masyarakat dari risiko kebencanaan.
“‘Ground breaking’ sabo dam ini suatu langkah penting. Bukan sebagai pekerjaan sektoral semata, melainkan bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kepada kehidupan rakyat,” kata Menteri PUPR Dody Hanggodo di Kabupaten Tanah Datar, Selasa.
Ia mengatakan pembangunan sabo dam merupakan tindak lanjut dari kejadian erupsi Gunung Marapi serta dampak bencana banjir lahar dingin. Dengan kata lain, merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan secara berencana, terpadu dan berkelanjutan.
Hal tersebut, ia mengatakan juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo agar kementerian terkait melaksanakan beberapa pekerjaan sabo dam sebagai upaya konkret dalam mengurangi risiko banjir dan aliran sedimen di wilayah-wilayah yang terdampak.
Secara umum, ia menjelaskan pekerjaan yang dilakukan tersebut mengacu pada master plan yang sudah jelas dan terukur di Provinsi Sumbar di mana terdapat total 56 unit sabo dam yang akan dibangun pada 24 sungai yang berhulu di Gunung Marapi.
“Pembangunan sabo dam diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tapi juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan air serta mendorong pemulihan dan pertumbuhan kawasan-kawasan ekonomi strategis bagi masyarakat,” ujar dia.
Sumber : Antara Sumbar
